Kampung Inggris Dalam Lintasan Sejarah

kampung inggris

kampung inggris pare

Kampung Inggris Pare – Gengs, pernahkah kamu mendengar istilah Kampung Inggris?

Kira-kira hal apa yang terlintas di benakmu ketika mendengar istilah Kampung Inggris?

Barangkali kamu berpikir bahwa Kampung Inggris adalah kampungnya orang-orang Inggris di Indonesia. Sayangnya, pandangan itu keliru sekali gengs.

Jadi, Kampung Inggris adalah sebuah kampung yang terletak di Desa Pelem dan Tulungrejo Kecamatan Pare Kabupaten Kediri Jawa Timur.

Istilah Kampung Inggris muncul disebabkan oleh banyaknya kursusan Bahasa Inggris yang berdiri di kampung tersebut. Tidak hanya ada satu atau dua, kursusan Bahasa Inggris jumlahnya mencapai ratusan.

Uniknya, masing-masing kursusan memiliki kerjasama ekonomi yang erat dengan penduduk asli. Penduduk sekitar banyak menyewakan tempat tinggalnya untuk para pelajar. Selain itu, mereka juga membuka jasa laundry dan warung makan.

Dewasa ini, perkembangan kampung Inggris sangat pesat berkat adanya internet dan sosial media. Informasi tentang kampung Inggris dapat kamu temukan dari berbagai sumber.

Lalu, siapa sih sebenarnya yang pertama kali menjadi pelopor adanya kampung Inggris? Simak deh artikel berikut!

1. Kampung Inggris Pare  didirikan  oleh…..

kampung inggris pare

Kampung Inggris pertama kali muncul atas prakarsa seorang santri Pondok Pesantren Gontor yang bernama Kalend Osen. Pak Kalend begitulah sapaan beliau yang merupakan pria asli Kalimantan Timur.

Menurut penuturan beliau, alasan utamanya untuk merantau belajar bahasa adalah karena pada saat itu hutan di Kalimantan sudah banyak yang ditebangi. Hal itu menimbulkan kekhawatiran tentang mata pencaharian apa yang kelak bisa beliau kerjakan.  “Saya ingin revolusi hidup” begitulah kalimat yang memotivasi hidupnya.

Tekad Pak Kalend untuk merevolusi hidupnya dengan pergi menuntut ilmu ke Pulau Jawa terkendala masalah biaya. Akan tetapi beliau tidak putus asa. Beliau yang saat itu hanya memiliki uang Rp. 18.000 mendapat sumbangan uang dari kawan dan saudaranya hingga mencapai Rp. 100.000.

Pada tahun 1972, Pak Kalend resmi berpindah ke Pulau Jawa tepatnya nyantri ke Pondok Modern Darussalam Gontor, Ponorogo, Jawa Timur.

Pak Kalend tidak sampai menamatkan pendidikannya di Gontor karena persoalan biaya. Pada saat itu kondisinya diperparah dengan kemampuan berbahasanya yang masih sangat kurang. Berangkat dari situ, beliau mencari seorang guru yang bisa mengajarinya lebih baik dalam menguasai Bahasa Inggris.

Pencariannya tidak sia-sia, beliau menemukan sosok kyai yang menguasai lebih dari tujuh bahasa. Kyai yang berasal dari Tulungrejo Pare  itu bernama KH. Ahmad Yazid atau biasa disebut Mbah Yazid yang merupakan pengasuh dari Pondok Pesantren Darul Falah. Mbah Yazid adalah sosok berpengaruh pada masa itu yang sering dimintai pertolongan oleh Presiden Soekarno untuk menjadi penerjemah bahasa.

Melalui sebuah kesempatan yang langka, Pak Kalend yang saat itu sedang belajar di pondoknya Mbah Yazid membuat lompatan besar. Lompatan inilah yang kelak melahirkan kursusan pelopor sekaligus tertua di kampung Inggris yaitu BEC.

2. Kursusan Pertama Di Kampung Inggris Pare

Pada awalnya, sekitar tahun 1976 dua orang mahasiswa IAIN Surabaya mendatangi rumah Mbah Yazid. Kedua mahasiswa tersebut bernama Umar Abdullah asal Purwoasri Kediri dan Sukardiono dari Kertosono Nganjuk.

Mahasiswa tersebut sedang mencari guru untuk membantunya melewati ujian negara terkait bahasa Arab dan Inggris. Istri Mbah Yazid yang pada saat itu menemui mereka mengatakan bahwa Mbah Yazid sedang tidak berada di rumah. Melihat ada sosok Pak Kalend yang sedang berada di masjid, maka istri Mbah Yazid menunjuk Pak Kalend untuk bisa membantu kedua mahasiswa tersebut.

Pak Kalend yang saat itu juga sama-sama sedang belajar, merasa hanya mampu membantu menjawab contoh soal yang kebetulan dibawa kedua mahasiswa itu. Namun siapa sangka, bantuan Pak Kalend tadi berhasil membantu kedua mahasiswa tersebut lulus ujian negara.

Berawal dari peristiwa tersebut, lelaki kelahiran 20 Februari 1945 ini mulai membuka kursus Bahasa Inggris di emperan Masjid Darul Falah Kediri.

Pada awalnya yang belajar bahasa adalah para junior dari kedua mahasiswa IAIN tadi. Para mahasiswa tersebut juga ingin lulus ujian negara dengan belajar bahasa kepada Pak Kalend.

Sejak saat itu, tanggal 15 Juni 1977 Pak Kalend secara resmi mendirikan kursusan Bahasa Inggris yang dinamai BEC atau Basic English Course di Dusun Singgahan, Desa Pelem Kecamatan Pare Kabupaten Kediri.

Jumlah murid keluaran BEC sangatlah banyak dan berasal dari dalam maupun luar negeri. Oleh karena tidak mampu menerima lebih banyak murid, Pak Kalend mendorong alumni BEC untuk mendirikan kursus serupa di sekitar Pare.

Itulah awal mula kenapa sampai banyak kursusan di daerah Pare hingga disebut sebagai Kampung Inggris Pare.

3. Perkembangan Kursusan Di Kampung Inggris Pare

kampung inggris pare

Kursusan yang berkembang di Pare semakin pesat sejak awal tahun 1990-an. Jumlahnya mencapai ratusan  hingga saat ini.

Pendiri dari kursusan-kursusan tersebut kebanyakan adalah alumni dari kursusan lain. Dalam hal ini, BEC memegang peran penting sebagai pencetak murid yang mampu mendirikan kursusan serupa.

Berikut ini beberapa kursusan yang muncul tidak lama setelah BEC:

HEC , Mahesa Institut, Elfast, The Daffodils, Kresna, Mr. Bob, TEST, Marvelous, LC, Peace, EECC, Global English dan masih banyak lagi.

Masing-masing dari kursusan tersebut memiliki fokus sendiri-sendiri. Seperti misalnya untuk kursusan Kresna dan Elfast memfokuskan pembelajaran pada grammar. Sedangkan Daffodils dan Mr. Bob memfokuskan pembelajaran pada speaking.

4. Sistem Kursusan

kampung bahasa

Kursusan BEC yang didirikan Pak Kalend mengadopsi sistem pembelajaran dari Pondok Pesantren Gontor. Keketatan adalah poin utama yang selalu ditekankan untuk semua yang sedang belajar di BEC.

BEC hanya memiliki satu program yakni belajar Bahasa Inggris selama enam bulan. Pada masa tiga bulan pertama diperbolehkan untuk menggunakan Bahasa Indonesia. Masa tiga bulan kedua semua percakapan dan pembelajaran harus menggunakan Bahasa Inggris seutuhnya. Peraturan ini mengikat kuat pelajar di BEC. Apabila ada yang melanggar atau tidak mau taat peraturan, maka bisa dikeluarkan secara otomatis.

Selain dari segi pembelajaran Bahasa Inggris, Pak Kalend juga sering memberikan pembelajaran dari segi agama. Misal pada saat bulan Ramadhan, Pak Kalend tidak jarang memberikan petuah-petuah agama kepada seluruh murid-muridnya.

Pak Kalend selalu menegaskan bahwa meskipun kursusan adalah lembaga pendidikan non-formal, siapapun yang menginginkan belajar di dalamnya tidak memiliki hak untuk meremehkan. Hal ini membuat BEC dikenal sebagai kursusan yang menerapkan peraturan secara keras tapi menghasilkan lulusan berkualitas.

Uniknya, Pak Kalend tidak mempublikasikan pendaftaran kursus secara online. Siapapun yang menginginkan belajar di kursusan milik beliau, haruslah datang sendiri tanpa diwakilkan. Hal itu dianggap sebagai bentuk komitmen awal yang harus dipegang calon murid.

4. Istilah-Istilah di Kampung Inggris

Gengs ada beberapa istilah penyebutan yang umum di pakai di Kampung Inggris. Kalau kamu merencakan belajar di sana, maka kamu musti banget tahu istilah-istilah ini

  1. Tutor : tutor adalah sebutan untuk pengajar di Kampung Inggris. Tutor biasanya adalah alumni kursusan di Kampung Inggris. Mereka kebanyakan masih muda-muda lho gengs! Biasanya panggilan untuk mereka adalah Mr dan Miss.
  2. Member : member merupakan sebutan untuk siswa yang sedang mengambil kursus
  3. Camp : merupakan sebutan untuk tempat tinggal para siswa. Biasanya camp memiliki peraturan-peraturan penunjang proses pembelajaran.

Nah,gimana gengs? Apakah kalian berminat mengambil kursus di Kampung Inggris? Kalau iya, kamu bisa mendaftar pada tanggal 10 atau 25 tiap bulannya.

 

Leave a reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>